Korelasi adalah istilah statistik yang
menyatakan derajat hubungan linier (searah bukan
timbal balik) antara dua variabel atau lebih.
Macam-macam Teknik Korelasi
• Product Moment Pearson : Kedua variabelnya berskala interval
• Rank Spearman : Kedua variabelnya berskala ordinal
• Point Serial : Satu berskala nominal sebenarnya dan satu
berskala interval
• Biserial : Satu berskala nominal buatan dan satu berskala
interval
• Koefisien kontingensi : Kedua varibelnya berskala nominal
Dari berbagai macam teknik korelasi,
terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Pearson
Product Moment dan Rank Spearman.
Korelasi bermanfaat untuk mengukur kekuatan hubungan antara
dua variabel (kadang lebih dari dua variabel) dengan skala-skala tertentu,
misalnya Pearson data harus berskala interval atau rasio; Spearman dan Kendal
menggunakan skala ordinal; Chi Square menggunakan data nominal. Kuat lemah
hubungan diukur diantara jarak (range) 0 sampai dengan 1. Korelasi mempunyai
kemungkinan pengujian hipotesis dua arah (two
tailed). Korelasi searah jika nilai koefesien korelasi diketemukan positif;
sebaliknya jika nilai koefesien korelasi negatif, korelasi disebut tidak searah. Yang dimaksud dengan
koefesien korelasi ialah suatu pengukuran statistik kovariasi atau asosiasi
antara dua variabel.
·
Jika koefesien
korelasi diketemukan tidak sama dengan nol (0), maka terdapat ketergantungan
antara dua variabel tersebut.
·
Jika koefesien korelasi diketemukan +1. maka
hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear
sempurna dengan kemiringan (slope) positif.
·
Jika koefesien korelasi diketemukan -1. maka
hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear
sempurna dengan kemiringan (slope) negatif.
·
Jika koefesien korelasi diketemukan -1. maka
hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear
sempurna dengan kemiringan (slope) negatif.
Dalam korelasi sempurna tidak
diperlukan lagi pengujian hipotesis, karena kedua variabel mempunyai hubungan
linear yang sempurna. Artinya variabel X mempengaruhi variabel Y secara
sempurna. Jika korelasi sama dengan nol (0), maka tidak terdapat hubungan
antara kedua variabel tersebut.
Dalam korelasi sebenarnya tidak
dikenal istilah variabel bebas dan variabel tergantung. Biasanya dalam
penghitungan digunakan simbol X untuk variabel pertama dan Y untuk variabel
kedua. Dalam contoh hubungan antara variabel remunerasi dengan kepuasan kerja,
maka variabel remunerasi merupakan variabel X dan kepuasan kerja merupakan
variabel Y.
Asumsi dasar korelasi diantaranya seperti tertera di
bawah ini:
·Kedua variabel
bersifat independen satu dengan lainnya, artinya masing-masing variabel berdiri
sendiri dan tidak tergantung satu dengan lainnya. Tidak ada istilah variabel
bebas dan variabel tergantung.
· Data untuk
kedua variabel berdistribusi normal. Data yang mempunyai distribusi normal
artinya data yang distribusinya simetris
sempurna. Jika digunakan bahasa umum disebut berbentuk kurva bel. Menurut
Johnston (2004) ciri-ciri data yang mempunyai distribusi normal ialah sebagai
berikut:
1.
Kurva frekuensi
normal menunjukkan frekuensi tertinggi berada di tengah-tengah, yaitu berada
pada rata-rata (mean) nilai
distribusi dengan kurva sejajar dan tepat sama pada bagian sisi kiri dan
kanannya. Kesimpulannya, nilai yang paling sering muncul dalam distribusi
normal ialah rata-rata (average),
dengan setengahnya berada dibawah rata-rata dan setengahnya yang lain berada di
atas rata-rata.
2.
Kurva normal,
sering juga disebut sebagai kurva bel, berbentuk simetris sempurna.
3.
Karena dua bagian sisi dari tengah-tengah
benar-benar simetris, maka frekuensi nilai-nilai diatas rata-rata (mean) akan benar-benar cocok dengan
frekuensi nilai-nilai di bawah rata-rata.
4.
Frekuensi total
semua nilai dalam populasi akan berada dalam
area dibawah kurva. Perlu
diketahui bahwa area total dibawah kurva mewakili kemungkinan munculnya
karakteristik tersebut.
5.
Kurva normal
dapat mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Yang menentukan bentuk-bentuk
tersebut adalah nilai rata-rata dan simpangan baku (standard deviation)
populasi.
Karakteristik Korelasi
Korelasi
mempunyai karakteristik-karakteristik diantaranya:
a. Kisaran Korelasi
Kisaran (range)
korelasi mulai dari 0 sampai dengan 1. Korelasi dapat positif dan dapat pula negatif.
b. Korelasi Sama Dengan Nol
Korelasi sama dengan 0 mempunyai arti tidak ada
hubungan antara dua variabel.
c. Korelasi
Sama Dengan Satu
Korelasi sama dengan + 1
artinya kedua variabel mempunyai hubungan linier sempurna (membentuk garis
lurus) positif. Korelasi sempurna seperti ini mempunyai makna jika nilai X
naik, maka Y juga naik
Koefesien Korelasi
Koefesien korelasi ialah pengukuran
statistik kovarian atau asosiasi antara dua variabel. Besarnya koefesien
korelasi berkisar antara +1 s/d -1. Koefesien korelasi menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linear dan arah
hubungan dua variabel acak. Jika koefesien korelasi positif, maka kedua
variabel mempunyai hubungan searah. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka
nilai variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefesien korelasi negatif,
maka kedua variabel mempunyai hubungan terbalik. Artinya jika nilai variabel X
tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah (dan sebaliknya). Untuk
memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua
variabel penulis memberikan kriteria sebagai berikut (Sarwono:2006):
- 0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel
- >0 – 0,25: Korelasi sangat lemah
- >0,25 – 0,5: Korelasi cukup
- >0,5 – 0,75: Korelasi kuat
- >0,75 – 0,99: Korelasi sangat kuat
- 1: Korelasi sempurna
Interpretasi Korelasi
Ada tiga penafsiran hasil analisis korelasi, meliputi:
pertama, melihat kekuatan hubungan dua variabel; kedua, melihat signifikansi
hubungan; dan ketiga, melihat arah hubungan.
Untuk melakukan interpretasi
kekuatan hubungan antara dua variabel dilakukan dengan melihat angka koefesien
korelasi hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria sbb:
- Jika angka koefesien korelasi menunjukkan 0, maka kedua variabel tidak mempunyai hubungan
- Jika angka koefesien korelasi mendekati 1, maka kedua variabel mempunyai hubungan semakin kuat
- Jika angka koefesien korelasi mendekati 0, maka kedua variabel mempunyai hubungan semakin lemah
- Jika angka koefesien korelasi sama dengan 1, maka kedua variabel mempunyai hubungan linier sempurna positif.
- Jika angka koefesien korelasi sama dengan -1, maka kedua variabel mempunyai hubungan linier sempurna negatif.